Langsung ke konten utama

Melaksanakan Pengumpulan Data

Jadwal Survey

Tahap persiapan jadwal survei merupakan rangkaian kegiatan sebelum memulai tahapan survei pendahuluan. Identifikasi dan inventarisasi, pengumpulan data dan pengolahannya. Dalam tahap awal ini disusun hal-hal penting yang harus dilakukan dengan tujuan mengefektifkan waktu dan pekerjaan.
Adapun yang termasuk dalam tahap persiapan dalam jadwal survei ini meliputi:
  1. Studi pustaka terhadap materi tugas akhir, yaitu untuk mendapatkan gambaran mengenai lokasi yang meliputi gambaran perencanaan dan perhitungan yang dipakai untuk merencanakan desain lansekap serta menentukan garis besar proses perencanaan.
  2. Menentukan kebutuhan data yang akan digunakan.
  3. Pendataan instansi yang dapat dijadikan narasumber.
  4. Melengkapi persyaratan administrasi untuk pencarian data.
Survey Pengukuran Lapangan

Persiapan di atas harus dilakukan dengan cermat untuk menghindari pekerjaan yang berulang sehingga tahap pengumpulan data menjadi tidak optimal. Hal ini menyangkut biaya survei dan waktu yang tersedia bagi seluruh proses pekerjaan perancangan. Yang dimaksud dengan narasumber dalam pelaksanan survei, disesuaikan dengan permintaan yang tertulis dalam KAK/ TOR. Narasumber dapat pula diusulkan oleh perancang dengan terlebih dahulu mendapat persetujuan dari pemberi tugas dengan mengatur pelaksaan survei sesuai program dan rencana kerja survei.

Melaksanakan Pengumpulan Data Primer dan Sekunder

 Pengumpulan data dilakukan sebagai langkah awal untuk penyiapan data-data dasar yang dibutuhkan dalam menganalisis kawasan yang akan dinilai. Hal ini sangat penting untuk memahami keadaan kondisi lapangan dan memudahkan dalam penentuan metode yang akan digunakan dalam penilaian kawasan saat di lapangan. Kegiatan yang dilakukan meliputi pengumpulan data dan informasi yang sudah ada sebelumnya, yang berhubungan dengan areal studi.
Data dan informasi ini meliputi aspek-aspek fisik kawasan, keanekaragaman hayati, nilai jasa lingkungan, sosial ekonomi dan budaya masyarakat. Data dan informasi tersebut dapat diperoleh dari berbagai dokumen, baik dokumen dari pihak perusahaan, instansi pemerintah, lembaga penelitian, universitas atau lembaga swadaya masyarakat maupun literatur lainnya yang terkait hasil analisis peta, terutama peta citra terbaru.

Mengidentifikasi Hasil Survey

Diawali dengan proses survey, kompilasi data dan analisis terhadap data primer dan sekunder yang terkait dengan lokasi perancangan, proses ini merupakan kegiatan awal untuk menggali potensi dan permasalahan lokasi/tapak untuk dimanfaatkan dalam menyusun konsep dan skenario perancangan sebagaimana tergambar dalam bagan dibawah ini:
Pada tahapan survei, kegiatan yang dilakukan antara lain akan meliputi observasi fisik lapangan untuk mengenali karakteristik lingkungan/bangunan serta pengumpulan data penunjang (secondary data) yang diperlukan dalam penyusunan Masterplan ataupun Siteplan melalui metoda survei lapangan, review data-data, foto udara, peta-peta dasar dan perencanaan terkait dan wawancara yang melibatkan peran stakeholders.
Data yang dikumpulkan dibedakan dalam 2 (dua) jenis, yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif dapat langsung disajikan dalam berupa tabel angka, diagram, grafik, peta dan sebagainya. Data kualitatif berupa informasi yang disajikan secara deskriptif.
Data primer didapat melakukan kegiatan observasi lapangan yang meliputi:
  • Kondisi lapangan, 
  • Soil & iklim, 
  • Topografi, 
  • Sosial budaya dan kegiatannya, 
  • Flora dan fauna, 
  • Visual (Karakteristik lingkungan/bangunan, Karakteristik kawasan), 
  • Lingkage antar sub kawasan, 
  • Pemanfaatan lahan, 
  • Jalan pedestrian dan trotoar, 
  • Jaringan infrastruktur, 
  • Dan lainnya
Data sekunder yang meliputi:
  • Data Studi Literatur, yang berkaitan dengan jenis proyek perancangan yang sejenis sebagai landasan teoritis dalam pembahasan tahan analisa yang mencakup aspek; Urban/ rural, perlindungan alam, ekologi, teknologi rekayasa, bandingan proyek sejenis, sosial budaya sebagai dasar kearifan lokal, dan lain sebagainya.
  • Data Instansional, yang berkaitan dengan Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK), Master plan pengembangan kota, Pelestarian alam, Tata lingkungan, Studi tata ruang kota/kawasan khusus (Rencana Detail Tata Ruang / Rencana Tata Ruang Kota ataupun Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan pada kawasan tersebut).
Untuk kegiatan pengukuran lapangan terdiri dari dua kegiatan yaitu survey topografi dan inventory bangunan eksisting.

 Topografi 

  • Survey pengukuran terlebih dahulu dilaksanakan dengan mengkaji laporan-laporan terdahulu. 
  • Melakukan peninjauan lapangan dengan berpedoman pada data-data untuk: 
    • Mengecek keberadaan BM (Benchmark), yaitu titik tetap yang diketahui ketinggiannya terhadap suatu bidang referensi tertentu (menentukan titik +- 0.00), 
    • Mencocokan tata letak jaringan jalan, 
    • Mencocokan tata guna lahan,
    • Mencocokan batas-batas petak tersier, batas desa dan sebagainya,
    • Menentukan rencana pengukuran untuk updating peta dasar.
  • Pelaksanaan Pengukuran, meliputi :
    • Pemasangan BM, 
    • Pengukuran polygon dan sepat datar, 
    • Pengukuran situasi detail dan data hasil pengukuran harus ditambahkan pada peta dasar pendahuluan.

Inventory 

  • Inventarisasi kondisi saluran-saluran drainase serta saluran-saluran alam dan bangunan-bangunan yang ada,  
  • Melakukan penelusuran setiap masa saluran, suplesi, saluran pembuang dan setiap bangunan di sepanjang saluran drainase baik drainage tersier sekunder dan atau sungai drainase utama serta menginventarisasi kondisi saluran dan bangunannya, 
  • Wawancara mengenai permasalahan drainase dengan masyarakat.
  • Hasil inventarisasi saluran drainase, bangunan pelengkap pada saluran, jalan inspeksi dan rumah instansi disusun dalam blanko yang disediakan. 
Semua hasil pengukuran lapangan akan dibuat dalam gambar hasil pengukuran dan data inventory yang akan digunakan pada tahap identifikasi masalah, sehingga dapat dibuat sebagai bahan perencanaan. Proses Kompilasi Data terdiri dari Seleksi kualitas dan kuantitas data, dan Tabulasi.
 

Laporan Hasil Pengumpulan Data

Pentingnya Format Laporan Hasil Pengumpulan Data

Membuat format dalam penulisan laporan hasil pengumpulan data merupakan bagian yang penting untuk mempermudah dan membuat alur laporan menjadi teratur. Sebagai contoh dapat dilihat pada format dibawah ini:

Rumusan Hasil Kompilasi Data   

Contoh format Kompilasi Data dapat dilihat pada gambar berikut:

Penyusunan Laporan Survey

Menyusun laporan hasil pengumpulan data/survei merupakan bagian yang penting agar semua informasi yang diperoleh dapat didokumentasikan dalam laporan. Laporan ini menjadi dasar dalam pembuatan tahapan proses perancangan selanjutnya. Sebagai contoh dapat dilihat pada lay out laporan dibawah ini:

BAGIAN PENDAHULUAN
Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Gambar
Daftar Tabel

I. PENDAHULUAN
  • Latar Belakang 
  • Tujuan dan Manfaat Laporan 
  • Metodologi Pendekatan (Menganalisa Secara Makro dan Mikro Tapak, Analisa Program dan pemintakatan Ruang)
  • Sistematika Laporan
II. DESKRIPSI PROYEK
  • Judul Proyek
  • Pengertian Proyek
  • Latar Belakang dan Perkembangan
  • Fungsi dan Tujuan Proyek
  • Jenis/Klasifikasi Proyek
    • Berdasarkan Cakupan (Internasional, Regional, Lokal)
    • Berdasarkan Kelas/Sasaran Pemakai (Bawah, Menengah, Atas)
    • Berdasarkan Sifat Pelayanan (Hunian, Rekreatif, Edukatif, Formal, Informal, Profit Oriented, Benefit Oriented, dan sebagainya)
  • Program Kegiatan
    • Struktur Organisasi Pengelolaan
    • Tugas dan Kegiatan Pengelolaan
    • Asumsi Pelayanan/Jumlah Pelaku
    • Rincian Kegiatan
  • Rencana Kebutuhan dan Persyaratan Ruang
    • Ruang Utama
    • Ruang Penunjang
    • Ruang Pengikat
    • Ruang Pelayanan
III. DATA TAPAK
  • Lokasi Tapak Secara Geografis
    • Lingkup Regional
    • Lingkup Kota
    • Lingkup Lingkungan
  • Batas-batas Dimensi Tapak
    • Batas Tapak dengan Lingkungan
    • Ukuran Tapak
    • Penampang Tapak
    • Penampang Jalan Sekitar
  • Aksesibilitas dan Jejak Tapak (Trace)
    • Dari Luar Tapak (Kendaraan, Pedestrian)
    • Dalam Tapak (Kendaraan, Pedestrian)
  • Kondisi Tanah
    •  Kontur Tapak
    • Jenis Tanah Dalam Tapak
    • Kondisi Kedalaman Air Tanah
    • Drainase Dalam Tapak
  • Orientasi Tapak
    • Arah Lintasan Matahari (Silau dan Bayang)
    • Pandangan Dari Luar Tapak
    • Pandangan Dari Dalam Tapak
  • Sarana Kegiatan Sekitar yang Mendukung
  • Karakter Lingkungan
    • Fisik Bangunan Sekitar (Gaya, Bahan, Tinggi)
    • Suasana dan Watak Perilaku Siang dan Malam
  • Vegetasi Lingkungan Tapak
    • Jenis dan Titik lokasi Vegetasi di dalam dan luar sekitar tapak
    • Ketinggian dan Lebar Tajuk
  • Peraturan Tata Bangunan
    • Koefisien Dasar Bangunan
    • Koefisien Dasar Hijau
    • Garis Sempadan Bangunan
  • Jaringan Utilitas Eksisting
    • Listrik
    • Air Bersih
    • Air Kotor
    • Pemadam Kebakaran (hidrant)
    • Saluran Gas
IV. STUDI BANDING PROJEK SEJENIS
  • Nama Proyek
  • Lokasi Proyek
  • Fungsi dan Tujuan Proyek
  • Klasifikasi Proyek
  • Sarana dan Besaran Ruang
    • Ruang Utama
    • Ruang Penunjang
    • Ruang Pengikat
    • Ruang Pelayanan
  • Penataan Ruang
    • Aliran Kegiatan
    • Tata Ruang Luar
    • Tata Ruang Dalam
  • Pemintakan Ruang (Zonase)
    • Horizontal
    • Vertikal
Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat laporan survei ini antara lain:
  • Tata bahasa harus jelas, singkat, padat dan mudah dimengerti.
  • Istilah yang dipergunakan tidak menyebabkan interpretasi dan persepsi yang berbeda satu dengan lain pembaca.
  • Tabel dan data statistik harus akurat dan sahih.
  • Gambar hasil coretan dan pengamatan lapangan harus jelas dan diberikan catatan pada setiap lembar gambar.